Moody Girl

Moody Girl

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 14, 2017
Daniza, anak termoody, primadona sekolah mengalami hal yang biasa terjadi pada masa remaja, yaitu jatuh cinta Zian, cowok yang berhasil membuat daniza sang primadona, pada masa putih abu-abu ini luluh akan tatapan yang, Aah tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata Mungkinkah kisah mereka berjalan lancar sulancar ? atau justru pada awal dan ending tercipta suatu konflik yang menyebabkan salah satu pihak dipermalukan dan merasa harga dirinya dijatuhkan?
Todos los derechos reservados
#99
sakithati
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • Sejenak Luka
  • Setelah Kita Putus (Sudah Terbit)
  • NAYVAN [END]
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • not mine (End)
  • PRIMADANI II Hyunsuk Ryujin✅
  • Waktu?
  • Story Of School
  • Inability✅

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido