Mistake
  • WpView
    Reads 76,939
  • WpVote
    Votes 3,186
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"GAK INI GAK MUNGKIN RIN..Hiks hiks hiks.....ini gak mungkin." Terdengar suara wanita yang mulai melemah akibat ia menangis. "Tenang Ra,kamu harus tenang dulu. Aku yakin dia akan bertanggung jawab. Sekarang tenangkan dirimu dulu yah." Ucap seorang wanita yang sedari tadi berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu. "Tapi bagaimana dengan kuliahku Rin? Aku bahkan gak punya siapa-siapa disini. Bagaimana juga dengan Ibuku di Bandung Rin? Bagaimana juga dengan kakakku di Bandung? Bagaimana tanggapan mereka kalau aku --- " ucapan wanita itu tiba-tiba terpotong oleh lawan bicaranya. "Stttttt.... Dengarkan aku Ra kamu harus tenang dulu. Nanti...." ---***---
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • Cinta di Persimpangan
  • Regan dan Cintanya [END]
  • My Little Monster - Completed
  • Istri Cadangan
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Informed Consent
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Our Wedding [END]

[Daftar Pendek Wattys 2026 - Romansa Dewasa] "Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines