If I Say I LOVE you

If I Say I LOVE you

  • WpView
    Lecturas 24
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 28, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
prolog Caramel menatap senja yang kini sudah berbaur dengan awan kemerahan,ia tersenyum samar dibalik bibir mungilnya,masa-masa ia mengagumi sunset telah habis ,ini sudah ke 3 kalinya ia melihat sunset sendirian tanpa 'dia'. Ah..dia lagi..kenapa harus selalu dia di otaknya sekarang, Carramenepus jauh - jauh pikirannya ,sudah cukup sampai disini ia berjanji tidak akan mengingatnya kembali. Kaki jenjangnya yang berbalut sepatu sneakers biru melangkah menjauhi pesisir pantai. Masa-masa putus memang paling tersulit, Carra tertegun mata hazelnya menatap lurus seorang yg ternyata sedari tadi mematung memperhatikannya. pupil Carra membulat jantungnya mulai terasa samar membuncah.Tuhan apa yg harus ia lakukan? Wajah tampan itu kembali meneliksik ke relung otak Carra,pelukan erat,first kissnya, Ia terpaksa mengikuti otaknya untuk berbalik meski hatinya berkata jangan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BECAUSE NOONA
  • Mantan Istri Meminta Nafkah Batin (TAMAT)
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • My (boy) Friend | Bbyu Vol.1
  • Caramel Latte (FreFlo) ✓
  • Langit Senja (End)
  • Jejak di Pesisir
  • Reta_Rega  || End ||

"Noona mau apa?" "Kumohon jangan mendekat!" Tanya Ji-Sung pria itu mulai kelihatan panik dengan apa yang terjadi saat ini. "Temani aku tidur, aku terbiasa tidur dengan memeluk seseorang dulu baru aku bisa tidur!" Ucap Karina, ucapan Karina membuat sistem kerja otaknya kembali tak berfungsi dengan baik hingga ia tak bisa berfikir tentang mana yang baik dan tidak baik, mengingat begitu banyak yang ia pikirkan saat ini. "Noona, apa kau tau bahwa semua ini adalah salahmu!" "Kalau saja kau tidak mabuk, semuanya pasti akan baik² saja!" Ji-Sung menarik kembali tangannya dan meluapkan marahnya pada Karina,pria itu mulai berdiri dan kedua matanya memerah menahan emosi. Ji-Sung menatap tajam Karina, sementara gadis itu hanya menatapnya polos membuat tingkat frustasi jisung semakin memuncak, dengan lemas ia kembali duduk disofa dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, dalam hidupnya ini pertama kalinya ia marah seperti ini, Karina benar-benar membuat emosinya meledak. Ia bahkan merasa sedikit bersalah karena sudah berteriak didepan Karina, gadis yang lebih tua 2 tahun darinya, harusnya ia tak membentak gadis itu namun itu tadi diluar kendalinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido