I Can't Do Anything

I Can't Do Anything

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 27, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Seorang pria tampan berhati dingin, menjadi seorang pengusaha sukses dalam bidang teknologinya yang terkenal sangat canggih dan multifungsi. Namun siapa sangka, usahanya dalam mendirikan berbagai macam unit perusahaan hanya untuk menutupi indentitasnya sebagai penerus kerajaan di suatu negeri yang hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Sebuah negeri terpencil dan tersembunyi, namun memiliki kekayaan alam yang luar biasa dengan segala macam ciptaan teknologi canggih yang tidak terduga. Dengan menggunakan berbagai teknologi canggih itu, pria itu berhasil menyembunyikan negerinya dari dunia luar yang tentunya akan dapat memicu kesejahteraan rakyatnya. Sebuah negeri yang hanya untuk dirinya dan juga rakyat-rakyat keturunan asli wilayah kekuasaannya. Dan negeri itu bernama..., Negeri Granzela. Pria itu juga memiliki kemampuan aneh yang ada pada dirinya sejak sebuah peperangan terjadi di masa pemerintahan kedua orang tuanya hingga mengakibatkan Negeri Granzela mengalami fase kehancuran. Dan kemampuan itu adalah, ia dapat melihat kejadian-kejadian kematian seseorang yang bahkan ia tidak mengenali sosok yang berada dalam mimpinya itu. Yang membuat pria itu semakin tertekan dengan kelebihannya adalah, kejadian itu pasti akan terjadi tepat di hadapannya. Sebenarnya dirinya sering melalukan penyelamatan kematian seseorang itu dengan berbagai cara, namun hasilnya nihil. Seseorang yang dimimpinya itu pasti akan menghadapi kematian di hari itu juga, walaupun dengan cara yang berbeda dari mimpinya. Sampai dimana ia bertemu dengan seorang wanita yang menurutnya sangat aneh itu, telah memporak-porandakan kehidupannya. Seperti halnya ia selalu terlibat dengan wanita itu saat ia sedang menyaksikan kematian seseorang yang dimimpinya dan wanita itu selalu menjadi dewi penyelamat kematian seseorang itu semenjak pertemuan pertamanya dengan wanita itu. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah fakta mengejutkan yang terjadi dalam kehidupannya.
All Rights Reserved
#390
dreams
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE]
  • Reynandhita
  • Rasa dan Harapan
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Faith in You : The Seeker
  • Rebirth: Ghost Exorciser
  • GREENSTA [END]
  • The Magic Door.
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Childish Boy [REVISI]

" Jadi kamu benar - benar gak sadar kenapa aku merlakuin kamu dengan sangat baik dan selalu menjagamu ? " - Zhong Chenle. " Yah karna aku adalah adik dari teman baikmu, jadi wajar aja kamu memperlakukan aku dengan baik. Kita berdua tak lebih dari kakak dan adik, bukan ? " - Huang Meiyin. Rintik - rintik hujan mulai membasahi badan Chenle dan Meiyin, namun mereka berdua nampak tak memikirkan hal itu. " Udahlah, aku pergi. Kamu juga pulang sana, nanti sakit " - Huang Meiyin. Meiyin membalikkan badannya meninggalkan Chenle sendiri ditengah deras hujan. Namun tak lama kemudian Chenle berjalan mendekati Meiyin dan langsung menarik tangannya untuk masuk dalam pelukannya. " Chen-- " " Aku menyukaimu ! Awalnya aku gak sadar dengan perasaanku padamu, tapi saat ngeliat kamu terus bersama Jisung.. entah kenapa aku tiba - tiba merasa cemburu ! Dan sampai sekarang aku gak bisa bohong lagi sama perasaan aku sendiri, yang nyatanya aku mencintaimu " - Zhong Chenle. " Lepasin aku-- " " Apa karna penyakitku itu ? " - Zhong Chenle. Chenle perlahan melepas pelukannya, ia hanya bisa menatap Meiyin dengan mata sayunya. Chenle sempat tertawa pelan karena tidak bisa mempercayai apa yang ternyata sekarang. Sedangkan Meiyin hanya diam, dan respon itu pun membuat Chenle akhirnya memutuskan untuk pergi. Tanpa disadari ternyata terselip airmata Meiyin ditengah tetesan air hujan diwajahnya, sempat terdiam lama ditempat sambil menatap Chenle. Akhirnya Meiyin memberanikan diri untuk berlari balik dan memeluk Chenle dari belakang. " Bukan gara - gara penyakitmu ! Aku gak pernah mempermasalahin kondisi kamu, bahkan aku ingin sekali menemanimu sampai sembuh ! Cuma yang aku takuti ! " - Huang Meiyin. Chenle terkejut mendengar tangisan Meiyin... " Mei-- " " Aku takut kalau karirmu akan hancur, Chen ! Aku harus pura - pura tidak tau perasaanmu padaku dan juga aku harus membuang perasaanku padamu. Karna jika tidak, aku akan menjadi awal hancurnya karirmu.. Chen " - Huang Meiyin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines