Perasaan Receh

Perasaan Receh

  • WpView
    Leituras 306
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jun 24, 2018
WpInfo
Ficção
Romance
Tadinya hanya sekedar kagum, tapi waktu seakan tertawa melihat perasaan receh ini. Bukan, Key awalnya memang sekedar kagum saja, entahlah hal itu berubah sejak gadis itu selalu memendam. Berpura-pura tak ada apa-apa, padahal sungguh tersiksanya Key menahan rasa ini. Memandangnya jauh, mengharapnya dalam doa, dan mencintainya dalam sunyi. Ya, hanya hal itu yang bisa dilakukan, tanpa pernah mencoba untuk melangkah "Kamu hanya angan, dirimu yang hampir sempurna mana pantas bersanding denganku yang bahkan tak terlihat ini." Racau Key dihadapan Athar yang selalu setia mendengar. "Deketin sana, percuma kalo hanya berdiam diri. Sampai pohon pisang berbuah rambutan juga gak bakal kamu dapetin." Athar memutar bola matanya malas. Gadis dihadapanya ini selalu membuatnya gemas. "I'm a girl" Key menghela nafasnya pelan, bingung harus bagaimana mendapatkan lelaki itu. "Aku bantu, Key." Sambil berdiri Raga menatap Key penuh keyakinan. Membahagiakan orang bukanya berpahala?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • BarraKilla
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • Keysha
  • Arsyilazka
  • Sincere (Nara)
  • Semesta Ingin Aku Bagaimana (?)
  • Why? (#1)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo