Aku hanyalah senja yang selalu berusaha datang disetiap harinya, walau harus menunggu dengan dinginnya malam, sejuknya pagi, dan panasnya siang, setidaknya aku pernah ada untuk membuatnya senang.
"Kenapa gue nggak coba ngasih Aiza kebebasan ya. Toh kalo dia emang jodoh gue, dan sekedar mampir ke hati nya Malik pasti nanti ujungnya juga balik" batinku
Aku pun tersenyum sesaat dan memantap kan hatiku agar terbiasa untuk baik baik saja dengan apapun yang terjadi mulai besok.
***