'Dreamers'

'Dreamers'

  • WpView
    reads 602
  • WpVote
    Stemmen 12
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, aug. 11, 2020
"aku sayang sama kamu" ucap Abel. Raegan hanya menjawab dengan anggukan dengan mata yang tetap fokus ke layar ponsel. "aku cinta sama kamu" ucap Abel lagi yang membuat Raegan mengalihkan pandangannya ke samping menatap lurus Abel yang sedang duduk di sampingnya. "kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Abel yang tidak kunjung mendapat jawaban. "kita kan udah pacaran Abel. Mau kamu apa?" balas Raegan akhirnya. "tapi kita kayak ngga pacaran Gan" tatapan Abel yang berubah menjadi sendu dan hanya mendapat helaan nafas dari Raegan. Note: cerita mainstream.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Sincere (Nara)
  • MY BABY GIRL
  • THE CLIMB [Completed]
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • Hallo, Kak Diandra?
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Stres In Life
  • KEPINCUT BRONDONG
  • If I Don't Hurt You (END)

"sebenernya perasaan Amar ke Nara itu gimana sih?." *** "Jangan suka sama gue ya. " "Kenapa? " "Nanti lo sakit." *** "gue gak butuh lo setelah ini." Ucap Kinar. "jangan benci gue Ra." "gue gak pernah benci lo." Suara gadis itu semakin bergetar. "jangan marah sama gue Ra." "gue gak pernah marah sama lo."

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen