We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Don't take My Sunshine

Don't take My Sunshine

  • WpView
    Reads 420
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Sebagai remaja yang sedang dalam masa pubertas dan banyak maunya, Destiara sangat antusias untuk mendapatkan semua yang ia inginkan. Tapi setelah semua yang ia mau sudah tergenggam ditanggannya, sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya satu persatu pergi dan tidak bisa kembali. Seperti, tanpa matahari takan ada kehidupan dibumi. Sejak peristiwa itu terjadi dalam hidupnya, menyebabkan Destiara bersifat egois dan menjadi perempuan kutub es.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • the last of the twelve sisters
  • Farbe und Leinwand
  • cinta duyung
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • Extra Love Story [END]
  • Remia anatha
  • REZZA
  • Kutukan Tumbal

Sinopsis: Di sebuah Lembaga terpencil yang menyamar sebagai panti asuhan, Eugenia dan sebelas gadis yatim piatu lainnya hidup dalam neraka kekerasan dan pelecehan di bawah tangan para pengurus yang kejam. Setelah menyaksikan kematian tragis teman-teman mereka akibat hukuman brutal dan kelalaian, Eugenia dan Rebecca, seorang gadis yang lebih tua dengan jiwa kepemimpinan, merencanakan pelarian. Pada malam festival musik di kota terdekat, ketika keamanan Lembaga melonggar, dua belas gadis itu mencoba kabur melalui lubang yang mereka gali di bawah tembok. Namun, pelarian mereka segera diketahui, dan pengejaran sengit pun terjadi di pegunungan. Dalam upaya melarikan diri, kelompok mereka terpecah. Rebecca, dengan naluri melindungi Eugenia, mengorbankan dirinya dengan menjadi umpan agar Eugenia bisa lolos dari kejaran para penjaga. Eugenia berhasil melarikan diri, hidup dalam kesendirian dan dihantui oleh trauma serta rasa bersalah karena meninggalkan teman-temannya. Bertahun-tahun berlalu, Eugenia berusaha membangun kehidupan baru sebagai Elisa sambil menyimpan kenangan pahit tentang Lembaga dan pengorbanan Rebecca. Namun, ia selalu bertanya-tanya tentang nasib teman-temannya yang tertangkap kembali. Takdir membawanya pada penemuan mengerikan: teman-temannya, termasuk kemungkinan Rebecca, tidak selamat. Mereka ditangkap kembali oleh pihak fasilitas dan dijual ke berbagai tempat untuk dieksploitasi. Kebenaran yang menyakitkan ini membangkitkan amarah dan tekad dalam diri Eugenia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines