CIRRUS KINGS • DISCONTINUED

CIRRUS KINGS • DISCONTINUED

  • WpView
    Reads 26,095
  • WpVote
    Votes 4,589
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 26, 2018
Hari itu, Shin Maru terbangun tanpa bisa mengingat apa pun kecuali namanya sendiri dan fakta bahwa adiknya telah kehilangan nyawa. Namun seolah itu belum cukup, ia juga menemukan kedua orangtuanya lenyap dan ia digiring menuju sebuah klub malam elite bernama Cirrus. Jika Maru berpikir itu merupakan titik di mana kehidupannya akan segera kembali normal, ia jelas membuat kesalahan. Cirrus dan tujuh pria mengerikan yang ia temui di dalam sana merupakan titik awal saat nerakanya dimulai. Maru menyadari tempat ini bukan sekedar tempat dimana ia menemukan kebenaran, namun juga kebohongan serta kegelapan yang menyelimuti hati semua orang. Pertanyaannya, bisakah ia bertahan dan menguak misteri atau malah tergelincir ke dalamnya? ➖Arcasmoka ©2017 [DISCONTINUED]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • King of Demigod : Into The New World
  • [18+] BTS ONESHOOT
  • 7 Dope Boys [BTS Fanfiction]
  • ERROR! [YoonKook Brothership] ✓
  • 다시 함께 (Back Together) - [END]
  • My 'S'
  • [END] The Exorcist [Kookmin]
  • Secrets Jeon ✓

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines