KAOLIN: Mencintai Jalan Kehidupan

KAOLIN: Mencintai Jalan Kehidupan

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 5, 2018
Baginya, kehidupan dunia merupakan perjalanan yang perkaranya terus berganti. Kecuali, ada sebuah masa yang abadi. Namun, ia masih bingung akan pilihan-pilihan kepala kecilnya. Banyak lakon kejam telah dihadapinya. Sekuat apapun, ia manusia yang sama lemahnya. Langit bergelombang membawa impiannya. Di antara rumput keras yang bertepi tajam, Zyx berjalan cepat. Saban hari, dunia memuntahkan masalah. Ia tidak mau kalah. Pemikiran-pemikiran bergetar hebat dalam otaknya. Menghasilkan gambar tidak jelas, pecah dan berhamburan. Ia yakin, sebuah usaha keras akan mewujudkan segala mimpi. Ah, malaikat menghampirinya dan membisikkan alunan rindu. Kemudian berlalu, menertawai gertak hewan melata yang berlalu di pematang. Di bawah naungan pohon gamal, sungkai dan rambutan, Zyx bersimponi sendiri dengan angin-angin sendu. Kerinduan yang tidak dimengertinya semakin menjadi-jadi. Zyx bergerak menyusuri pematang, menuju rumah kayu yang berumur. Sesuatu muncul, membuatnya ingin berlari dan tidak pernah kembali. Semakin tua pilar-pilar rumah, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Zyx bertambah penasaran. "Nek Ani, di mana ibuku?" gumamnya sembari melangkah cepat. Kepalanya pening. Ia berlari pulang, hendak menggapai rumah secepat mungkin. Tiba-tiba terhenti. Sesuatu muncul dibenaknya. Kenangan terdalam yang ingin diingatnya. Tetapi selalu tidak bisa. Ia mendongak, angin melarikan awan-awan pada langit bisu. Bukankah dunia ini indah? Semua penuh keindahan. Namun, hati Zyx bergetar hebat. Meranggas tanpa warna. Ingatannya berlalu ke empat belas tahun silam. Kejadian demi kejadian menarik pikirannya yang sekarang, surut ke masa itu.
All Rights Reserved
#858
inspirasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • 1 2 4 5   D A Y S [END]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • bisikan
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • GRIZLEN {On Going}
  • Satintail
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines