Dekelnya Yoo Seonho

Dekelnya Yoo Seonho

  • WpView
    Reads 2,761
  • WpVote
    Votes 303
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 23, 2018
Dekelnya ga sopan banget sih! Liat ntar permainan gw! Lu itu gemesin, tapi gw kesel tiap kali liat muka songong lu! Plis stay with gw, gw need lu! Arghh lu itu tai, taiingin gw lepasin! "Jangan pergi. Gw belum siap untuk kehilangan lu. Tapi tuhan berkata lain. Gw udah siap untuk kehilangan lu" "Kita engga di takdirin untuk bersama sementara(pacaran), tapi kita di takdirin untuk bersama selamanya(married)" "Akan ada satu masa dimana lu bosan sama gw, tapi percayalah masa itu akan hilang dan di gantikan oleh masa yang akan datang masa yang lebih baik dari sebelumnya" "Hidup gw itu kaya puzzle. Ada satu puzzle yang belum gw dapatin, dan sekarang puzzle itu ada di depan mata gw" "Kita pasangan dunia akhirat ya, hehe Aminin aja manatau di kabulin"
All Rights Reserved
#580
pemula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • SHORT STORY || EXO
  • Perihal Sandwich(End)
  • GEVRONZ
  • My Brother | X1
  • Winter
  • MFS ✓
  • Behind The Scene [Completed]
  • [2.0] never ✔
  • Unexpected

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines