Stuck in Your Imagination

Stuck in Your Imagination

  • WpView
    Reads 4,874
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dia Fajar, diamnya adalah teriakan paling senyap yang dapat membangunkan terang. Cahayanya samar, namun tegas hingga mampu merobek kegelapan. Ia takut malam, karena saat itu imajinasinya selalu berkeliaran. Ia benci kebisingan, hingga suatu saat seorang gadis bising membangunkannya. Hingga suatu hari ia tak ingin lagi menjadi Fajar yang mengusir malam. Karena ia ingin terus terjadi malam, saat imajinasinya berjalan lancar. Karena gadis itu. Gadis itu, kenapa tersesat dalam imajinasi Fajar? ©StuckInYourImajination, 2020. Fantasi Romance, Pembias Cahaya.
All Rights Reserved
#131
ceritasekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INSECURE LOVE (END)
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.
  • AEGALEOZ || End
  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • RARYA [Dongeng Malam Hari]
  • LAVENDER
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • RAYFA[END]
  • Romansa Imaginer ✔ (SUDAH TERBIT)

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines