Jurnal Setelah Hujan

Jurnal Setelah Hujan

  • WpView
    Dibaca 557
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 26, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Setiap rintik hujan adalah tangisku. Setiap gemuruh adalah amarah pada semesta yang sembunyi di balik awan hitamku. Aku nyaris lupa rasanya hangat, tenang, damai, dan bahagia rupanya seperti apa. Hatiku hampir benar-benar beku. Sampai senja kala itu datang, saat aku sibuk menunjuk diriku sebagai manusia terbodoh yang sedang memijaki bumi, ada yang sempat mampir sejenak. Belum lama menyapa lalu pamit kembali. Sayang, Tuhan hanya membiarkanku sekedar tahu keberadaannya. Entah siapa namanya, asalnya, sifatnya, aku tidak tahu. Meski begitu, aku kerap memanggilnya Mentari, dan semoga saja memang begitu. Karena hati kecilku bilang, dia akan datang lagi. Jadi ini jurnalku, saat hujan mampu benar-benar pergi dari singgahnya yang lama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#74
jurnal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • If You ✔️
  • My Devil Boy
  • Hujan tanpa Awan
  • Astronomi
  • AKSA
  • ARGA [Completed]
  • The Perfect Boy ✔
  • Tanpa Dirimu [TERBIT] ✔
  • Senja dan Langitnya
  • Ice prince vs bad girls ( Sudah Terbit)

Dalam skenario Tuhan, bahkan aku tak pantas untuk kau sebut mentari yang memberikan cahaya pada rembulannya. Karena faktanya, setiap manusia memiliki kemampuan dan keberuntungan sesuai porsinya masing-masing. Kau langit. Aku bumi. Tentu, kita berbeda. -Nayyara Amabel Ketika dirimu bahkan merasa tidak pernah bisa berada pada zona aman, kamu tahu kamu mampu namun kamu tidak pernah mendengar kata hatimu. Merasa kalau dirimu tak pantas lagi untuk ada, kamu tahu kamu insan tak berdaya, tak bisa menolak takdir Tuhan. Iya. Semesta akan membuatmu tersadar akan keadilan Tuhan yang tersirat dalam tiap lembar dihidupmu. Semesta akan memberitahumu, kalau didunia ini apapun itu punya pasangannya. Saling berdampingan. Entah itu akan saling menyakiti atau saling melengkapi. Akan menjadi saling atau tetap menunggu dijemput takdir. Namun, ada jarak yang sulit ditempuh. Ada sekat yang sulit ditebas. Sampai rasanya ingin berhenti ditengah jalan. Pada dasarnya, semua insan akan merasakannya. Sebab takdir tak bisa ditawar. Semesta tak bisa dibantah. #910 Fiksi Remaja (20.08.18) #1 Anthares (24.08.18) Written by Petrichor

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan