Siapa yang tak menyukai senja?
Sepertinya tak ada.
Senja yang indah, elok, dan menenangkan itu sangat digemari banyak kalangan masyarakat. Mulai kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan yang lansia.Disini, bukan hanya menceritakan tentang senja yaitu matahari yang hampir terbenam di bagian barat dan memunculkan semburat warna jingga, merah, dan keemasannya saja.
Tapi, ini adalah sesosok Senja, perempuan yang cantik dan tangguh. Senja yang selalu menunjukkan senyuman manisnya sampai suatu saat senyum itu memudar. Maka akan kau temui Senja yang baru, Senja yang murung, lebih banyak diam, dan tatapan tajam juga dinginnya saat menatap siapa saja. Jelas lah bertolak belakang dengan sifat Senja yang pertama kalian ketahui. Entah sikap baru itu akan berubah kembali seperti awal, saat Senja memamerkan senyuman hangatnya, atau mungkin saja sikap itu akan kekal abadi di diri Senja. Tak ada yang tahu, ini adalah rencana Tuhan .
"Karena yang selalu ada belum tentu abadi selamanya."
...
Langit senja tidak pernah punya kata untuk bercerita, akan tetapi ia punya warna sebagai bentuk bagaimana ia berbicara. Tentang bagaimana jingga keemasannya perlahan-lahan turun lalu mulai tertelan oleh bumi semesta, juga bagaimana senja yang pergi meninggalkan jejak warnanya secara cuma-cuma.
Maka, biarkan ia sekali saja menumpahkan sisa-sisa rasanya sebab kini senja benar-benar telah meninggalkan. Biarkan ia untuk terakhir kali menyaksikan senja tanpa warna di balik jendela kamarnya, sebelum akhirnya ia juga akan hilang. Sendiri. Dalam sepi. Dan mungkin tidak akan pernah kembali.
Lalu detik itu ia sadar sesuatu, bahwa senja yang ia nikmati sejak dulu, kini senja itu tidak akan pernah lagi kembali utuh. Juga dirinya yang perlahan ikut luruh bersama bias jingganya yang semu.
Start: 01/09/2021
Finish: 26/12/2021
#twuter2k21
#kadentyaspublisher