Siapa yang tak menyukai senja?
Sepertinya tak ada.
Senja yang indah, elok, dan menenangkan itu sangat digemari banyak kalangan masyarakat. Mulai kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan yang lansia.Disini, bukan hanya menceritakan tentang senja yaitu matahari yang hampir terbenam di bagian barat dan memunculkan semburat warna jingga, merah, dan keemasannya saja.
Tapi, ini adalah sesosok Senja, perempuan yang cantik dan tangguh. Senja yang selalu menunjukkan senyuman manisnya sampai suatu saat senyum itu memudar. Maka akan kau temui Senja yang baru, Senja yang murung, lebih banyak diam, dan tatapan tajam juga dinginnya saat menatap siapa saja. Jelas lah bertolak belakang dengan sifat Senja yang pertama kalian ketahui. Entah sikap baru itu akan berubah kembali seperti awal, saat Senja memamerkan senyuman hangatnya, atau mungkin saja sikap itu akan kekal abadi di diri Senja. Tak ada yang tahu, ini adalah rencana Tuhan .
Kehidupan remaja itu seperti rollercoaster, kadang berada diatas (bahagia), kadang berada dibawah (sedih), dan terkadang biasa-biasa saja (flat). Sejuta senja menyajikan cerita kehidupan remaja SMA yang di suguhkan berbagai "Estungkara" kehidupan. Entah permasalahan yang datang dari keluarga, percintaan, maupun kenyataan tentang sebentar lagi menuju dunia perkuliahan atau dunia 'info loker'. Sejuta Senja bukan hanya tentang surat dari Abian. Melainkan juga makna 'Sejuta Senja' yang sesungguhnya tercipta menjelang 'Sandyakala', dimana "Pertemuan waktu", "Cahaya merah saat senja", Simbolisasi "kebersamaan dan keabadian", Menjadi acuan bahwa sebentar lagi remaja-remaja SMA ini dipaksa harus berpisah untuk mengejar "Nawasena-nya" masing-masing.
Semoga "Swastamita" menjadi akhir "Sembagi arutala" yang tlah mereka perjuangkan.
Hidup kesepian tanpa kekasih
Cukup sekian terimakasih
-Sejuta Senja