Story cover for The Hidden by AlfaaMetadianie
The Hidden
  • WpView
    OKUNANLAR 207
  • WpVote
    Oylar 41
  • WpPart
    Bölümler 4
  • WpView
    OKUNANLAR 207
  • WpVote
    Oylar 41
  • WpPart
    Bölümler 4
Devam ediyor, İlk yayınlanma Ara 17, 2017
Alex mengetahui bahwa Alda menyukai dirinya. Tetapi, mengapa Alex selalu menyembunyikan perasaannya terhadap Alda? 

Bagaikan matahari yang disembunyikan oleh bulan malam yang sebenarnya langit menunggu terbitnya matahari. 

Yuk dibaca♥
Semoga kk yang baca suka yaa♥


"bantu support+follow ya"
- salam author♥
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun The Hidden kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#3bantusupport
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
RosyPutri4 tarafından yazılmış Cheerful Girl [ENDING] adlı hikaye
53 bölüm Tamamlanmış Hikaye
[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 10
Yuki cover
For Sunrise [COMPLETED] cover
Cold Boyfriend [Ending]  cover
ALGAFA cover
ABOUT HIM cover
Numbness (selesai) cover
Love In Silent(END) cover
RAJAWALI cover
Cheerful Girl [ENDING] cover
Still Here (COMPLETED) cover

Yuki

23 bölüm Tamamlanmış Hikaye

Sequel Alza, baca Alza dulu biar paham "Ketika kembali, hati sudah tak sama lagi." ****** Aku tahu kalau ini hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka. Aku sangat tahu akan hal itu. Namun, aku tidak membenarkan kesalahpahaman itu. Karena aku takut, jika aku kembali. Aku akan terluka. Aku akan kembali menderita. Karena kita seperti bulan dan matahari. Matahari selalu diperhatikan oleh manusia. Matahari adalah sang penerang. Sementara bulan, ia hanya diperhatikan pada waktu tertentu saja. Maka dari itu, aku hanya bisa berserah pada Tuhan. Apakah kita akan seperti Bumi dan Tanah? Bersatu dengan penuh keharmonisan. Ataukah kita cukup berdampingan seperti siang dan malam? Hanya bisa berdampingan, tidak bisa bersatu. ~Someone~ #1 Loveee => 13 April 2020