74 Seconds [COMPLETED]

74 Seconds [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 4,051
  • WpVote
    Votes 983
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 23, 2026
Bagi Miu, senja bukanlah keindahan. Senja adalah warna jingga yang menakutkan-sebuah alarm bahwa waktunya di dunia mungkin akan segera habis. Bagi Quento, hidup adalah ruang gelap penuh keputusasaan, sampai ia diselamatkan oleh sekelompok remaja berisik yang menamai diri mereka "Colorful Cube". Di sanalah Quento menemukan Miu, gadis ceria pembawa rubik yang mengajarinya makna harapan. Namun, ketika sebuah vonis penyakit mematikan memaksa Miu terbang ke Singapura untuk bertaruh nyawa, dunia Quento kembali diuji. Terpisah oleh lautan, Quento menolak untuk menyerah. Berbekal sebuah rubik bersisi biru yang ternoda, ia mengikat janji untuk terus menunggu di bawah langit Blue Hour. Mampukah Miu bertahan melawan takdir dan menepati janjinya untuk pulang? Atau akankah sisi biru dari rubik itu selamanya menjadi teka-teki kenangan yang tak pernah terselesaikan? "Karena kebahagiaan sejati selalu menunggu kita saat langit berubah menjadi Blue Hour."
All Rights Reserved
#423
sicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Being Cold
  • AKHIR PERJALANAN CINTA AVIANA
  • BLOOMING [END]
  • Aku Sahabatmu(Tahap Revisi)
  • NOBODY'S WEAK || -Trying to Stop - [✓]
  • Gula - Gula
  • C L A N D E S T I N E
  • TOXIC!

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines