Safezones

Safezones

  • WpView
    Leituras 48
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, dez 31, 2017
Sekelompok orang yang selamat dari meledaknya Safezone tempat tinggal mereka kini harus bertahan hidup di dunia luar yang sudah tandus dan kosong setelah berakhirnya Perang Dunia III. Bukan hanya bertahan hidup, namun mereka juga harus menemukan Safezone yang lain, tempat tinggal baru. Seiring mereka menelusuri puing-puing perkotaan, mereka menjumpai banyak hal yang janggal. Mulai dari pertemuan mereka dengan Nissa, sebuah kota yang dicoret-coreti dengan nama "Maya", sebuah transmisi radio aneh yang muncul tiap 666 menit, dan suara bisikan-bisikan di malam hari. Hal-hal janggal ini membuat mereka menyadari; mereka tidak sendirian di luar sana.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Z - Outbreak
  • Let Us Alive ( On-Going )
  • EVOL: The Gluttony Ascension
  • Inferno!
  • "Polaris & Umbra: Cahaya yang hilang"
  • Rasa Dan Rahasia
  • The Key - Is This The End Of My World?
  • the last of the twelve sisters
  • Destruction Tales

Di sebuah pagi berkabut di New York, Hadi, seorang mahasiswa biasa di New York State University, menerima pesan aneh dari ayahnya - seorang peneliti di badan kesehatan dunia. Pesan itu singkat, penuh peringatan samar: "Jangan percaya pada apa yang kau lihat. Jangan ke tempat ramai." Awalnya, Hadi mengabaikannya. Segalanya masih terlihat normal: subway yang melaju lambat, udara dingin kota, hiruk pikuk orang-orang yang terburu-buru. Namun, rasa ganjil mulai merayap saat perjalanan ke kampus terasa berbeda. Wajah-wajah asing di kereta, gerbong yang terlalu sunyi, dan bisikan ketakutan di udara. Saat tiba di kampus, dunia Hadi runtuh. Kampus yang biasanya penuh tawa berubah menjadi ladang maut. Teman-temannya - manusia biasa - berubah menjadi makhluk buas haus darah. Tidak ada peringatan, tidak ada waktu untuk bersiap. Sendirian, dengan hanya keyakinan samar bahwa ayahnya tahu sesuatu tentang apa yang terjadi, Hadi harus bertahan di tengah kekacauan. Di koridor kampus yang sunyi dan lorong gelap, ia harus melawan ketakutan, membuat keputusan cepat, dan bertahan hidup melawan sesuatu yang pernah disebut manusia. Dunia runtuh dalam hitungan jam. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan menghantui Hadi: Apakah ini benar-benar sebuah bencana alamiah, atau ada sesuatu yang lebih mengerikan bersembunyi di balik semua ini? ---

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo