Safezones

Safezones

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 31, 2017
Sekelompok orang yang selamat dari meledaknya Safezone tempat tinggal mereka kini harus bertahan hidup di dunia luar yang sudah tandus dan kosong setelah berakhirnya Perang Dunia III. Bukan hanya bertahan hidup, namun mereka juga harus menemukan Safezone yang lain, tempat tinggal baru. Seiring mereka menelusuri puing-puing perkotaan, mereka menjumpai banyak hal yang janggal. Mulai dari pertemuan mereka dengan Nissa, sebuah kota yang dicoret-coreti dengan nama "Maya", sebuah transmisi radio aneh yang muncul tiap 666 menit, dan suara bisikan-bisikan di malam hari. Hal-hal janggal ini membuat mereka menyadari; mereka tidak sendirian di luar sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • The Key - Is This The End Of My World?
  • Chrono Shutdown
  • Rasa Dan Rahasia
  • A-SA..HARS-A(END)
  • the last of the twelve sisters
  • "Polaris & Umbra: Cahaya yang hilang"
  • Z - Outbreak
  • Inferno!

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines