10 partes Continúa Bagi Nala Arutala, hidupnya sudah cukup manis dengan keberadaan Pinkie Pie Bakery, usaha kecil-kecilan yang ia jalankan dengan penuh cinta. Ia tidak butuh kejutan, tidak butuh drama, dan jelas tidak butuh seseorang yang suka bikin hidupnya lebih ribet. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain aroma pie yang baru keluar dari oven dan senyum pelanggan yang puas.
Tapi segalanya berubah absurd ketika mempertemukannya dengan Elio Leonardo. Cowok dengan tingkah konyol yang tiba-tiba muncul dihidupnya.
"Jangan makan di sini kalau cuma mau nyebelin," kata Nala tanpa mengangkat kepala.
Elio terkekeh, dengan santainya menggigit pie stroberi ditangannya. "Gimana kalau gue cuma pengen lihat muka bete lo?"
Nala menatapnya tajam. "Gimana kalau gue larang lo datang ke sini lagi?"
Elio menyeringai, seolah itu adalah tantangan yang menarik. "Nggak bisa. Gue pelanggan setia."
Dan di situlah masalahnya.
Lama-lama, kue-kue Nala mulai terasa lebih dari sekadar makanan. Setiap gigitan punya cerita, dan setiap pertemuan semakin mengaburkan batas antara iseng dan ketertarikan.
Di tengah tugas sekolah, deadline ujian, konflik yang berhamburan dan masa depan yang semakin dekat, satu pertanyaan muncul: Apakah hati yang mulai terbiasa bisa tetap hangat meski waktu terus berjalan?
Hi, My Sweetest Pie!
••
cover mentahan from
@lystudiodesaign