By My Side

By My Side

  • WpView
    LECTURAS 9,943
  • WpVote
    Votos 5,204
  • WpPart
    Partes 55
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 17, 2021
[Hush plagiat mah hush!] Di hari pertama masuk SMA Zeena dibuat kesal oleh pertanyaan-pertanyaan Zefran yang tidak tahu malu dan menggombali Zeena di depan teman-teman kelasnya. Seiring berjalannya hari Zeena memiliki ketertarikan terhadap Zefran meskipun sikap lelaki itu selalu membuatnya kesal. Hingga di suatu hari mereka menjalin sebuah hubungan. Di sekolah beredar rumor tentang Pak Dodi, seorang guru Bahasa Indonesia yang selalu bersikap genit kepada murid-murid perempuannya. Hingga suatu hari Zeena menjadi sasaran empuk bagi Pak Dodi dan Zefran tidak terima atas perlakuan Guru Genit itu terhadap kekasihnya. [Cuplikan~] "Saya enggak akan biarkan anda menggoda perempuan ini!" Zefran menekankan suaranya sembari menunjuk Zeena yang duduk di sebelahnya. Pak Dodi berjalan ke arah Zefran dengan raut wajahnya yang seakan-akan menantang. "Apa maksud kamu?!" "Memangnya saya tidak tahu kalau selama ini Bapak suka mengganggu Zeena?! Bahkan murid perempuan yang lain juga!" Zefran menggelengkan kepalanya. "Apa urusannya sama kamu?!" Zefran dan Pak Dodi saling berpandangan. Lantas Zefran tertawa, seketika ia tersenyum sinis. "Karena dia pacar saya, dan karena dia murid Bapak!" **** Hola! Selamat membaca cerita pertamaku, cerita ini aku tulis dari tahun 2017 dan yang sekarang kalian baca sudah merupakan hasil revisi. Semoga suka❤️
Todos los derechos reservados
#163
wattpadrekomendasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Paradise
  • Elvina [COMPLETED]
  • Ellara Le Runa
  • AZLAN (HIATUS)
  • Harimau With Wolf
  • 00.00
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Arsyilazka

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido