Unpredicted Life

Unpredicted Life

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2019
Seperti remaja pada umumnya, Salsa dan Vanya hanyalah gadis yang tak luput dari hausnya cinta dan kasih sayang. Tapi, tidak untuk Salsa. Dia terbiasa hidup tanpa cinta dan kasih sayang. Hingga membuatnya terpaksa mengeluarkan 'the darkside' of her life. Vanya, gadis manis nan pendiam. Suka membaca cerita, menulis, serta menuangkan isi hatinya pada rentetan kata. Kedatangannya di kehidupan Salsa ternyata tak mampu menyembuhkan luka yang ada. Membuat nasibnya berputar 360° saat mengetahui segala yang ada pada Salsa. Tak hanya sampai situ, kisah ini juga mengajarkan kalian untuk menghargai perjuangan yang sebenarnya, pahitnya hidup dalam genangan luka, pedihnya keheningan, dan beban depresi atas tiap masalah yang ada. Let's see, how crazy Salsabila Aninditha in this story. WELCOME TO THE 'UNPREDICTED LIFE'. WARNING!!! MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN, KATA KATA KURANG SOPAN, UNSUR DEWASA. DIHARAPKAN PERHATIANNYA DALAM MEMBACANYA. SIAPKAN HATI KALIAN UNTUK MENIKMATI SENSASI CERITA INI! HOPE YOU ENJOY IT GUYS!💗 -rara-
All Rights Reserved
#188
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • WHO ?
  • As Time Allows
  • Let Me Love You Longer
  • SERENDIPITY : a Fact
  • I'm okay (END)
  • Ingin Ku Hentikan Waktu

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines