Lorong HarapanKu

Lorong HarapanKu

  • WpView
    Reads 742
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Awalnya, Aku bingung.. Sebenarnya yang ku tulis selama ini, itu apa? Apa Tulisanku ini Puisi? Apa Curahan Hati? Ah, entahlah.. Menurutku, Ini adalah Isi Hati yang tak bisa terucapkan. Dan, Maafkan aku.. Bila di setiap Tulisanku ini terasa aneh. Karena, Mungkin hanya aku dan Tuhan yang mengerti semua ini. Semua yang ku tulis Selama ini... Dari Si Penulis Hati - Cheryous -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • Tak Terucap
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • DikaRanggi
  • Lembut Seperti Doa
  • Rindu yang berjarak

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines