Hasan meninggal mendadak. Dinyatakan wafat, dimandikan, dikafankan, dan dimakamkan. Selesai. Namun, beberapa jam kemudian, ia sadar di bawah kegelapan yang absolut. Kain kafan membalutnya, dan tanah memenjarakannya. Ia adalah orang hidup yang dikuburkan. Awalnya ia menunggu Malaikat Hisab, tetapi yang ia rasakan hanyalah sesak napas yang mematikan. Kebenaran pahit menghantam: ia hanya mati suri. Dengan waktu dan oksigen yang menipis, perjuangan Hasan berubah menjadi perlombaan melawan beban bumi. Pukulan tangan gagal. Teriakan tertahan. Hingga tangannya meraba sesuatu yang dingin di dasar kubur: sepotong kaleng susu. Kaleng itu menjadi palu, paku di papan penutup menjadi lonceng. Hasan menghantamkan logam ke logam, menciptakan sinyal 'TING!' yang menusuk keheningan. Ia berteriak, "Tolong saya masih hidup!" hingga kelelahan total dan pingsan. Setelah semua usahanya, di tengah kegelapan yang dingin, apakah akan ada yang mendengar sinyal putus asa itu? Atau akankah Hasan akan benar-benar meninggal dunia? Copyright: © 2025 Loomdark Studio. All right reserved.
Detail lengkap