WFN: Waiting For Nanad

WFN: Waiting For Nanad

  • WpView
    Reads 414
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 15, 2019
Nadia Safira Anwar atau lebih di kenal dengan panggilan Nanad, cewe berhati batu, keras kepala dan terlalu kokoh pada pendiriannya. Pendirian yang berisi "Tidak akan menyukai manusia bernama Fathir Fauzi." Fathir Fauzi atau lebih dikenal dengan panggilan Fathir, cowo penuh kesabaran. Walaupun berkali-kali di tolak, bukan berarti harus menyerah! Fathir selalu menembak Nanad tiga kali dalam seminggu. Tau obat kan? Pahit? Walaupun pahit, tetap di minum kan? Ya, seperti itulah Fathir. Akankah Nanad tetap berpegang teguh pada janji nya? Atau bakal menyukai Fathir? Baca aja yuk ceritanya.
All Rights Reserved
#42
badlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Please Love Me [COMPLETED]
  • RAFFAEL? HE IS MY HUSBAND
  • OUR TOXIC'S LOVE STROY - SUNGWON
  • THE SAME FEELING - NOMIN
  • Fat? BodoAmat! [Completed]✓
  • YOLA (Yoga&Nayla) "SELESAI" ✔️
  • Nadi Membenci Hati
  • Kenapa?

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

More details
WpActionLinkContent Guidelines