We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Berkabut Jingga

Cinta Berkabut Jingga

  • WpView
    Reads 385
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsnovel
Karya: Eche Subki S / Sebuah Novel Remaja Tampak Dinda ingin berteriak dan meledakkan tangis sekeras-kerasnya namun tak mampu, karena badannya lemas. Kini suasana sepi membisu. Tubuhnya bergetar saat jiwa kelembutannya tercabut paksa oleh kenangan pahitnya. Akhirnya Dinda tak kuasa menahan tangis. Air matanya mengalir pelan, ia bersujud beralaskan kedua tangan di atas rump ut. Menangis sesenggukkan dan tersedu sedan sangat memilukan. Perlahan-lahan Dimas mengangkat wajah Dinda lalu wajahnya itu disandarkan di dadanya. Tidak disangka Dinda menyimpan pengalaman yang sangat getir dan memilukan. Setelah sedikit tenang, Dinda melanjutkan ceritanya. "Aku sungguh mengalami syok berat, trauma berkepanjangan. Sejak saat itu aku selalu mengurung diri di dalam kamar sampai berbulan-bulan. Aku merasa di dunia ini tak ada orang yang lebih menderita selain aku. Bi Sumi yang sering mengantarku makanan setelah itu ia kusuruh keluar lagi. Ayah dan ibuku berusaha menarikku dari perangkap kesedihan tapi jiwaku seperti sudah terpasung. Dan mereka tak bosan-bosannya selalu berusaha mengingatkanku agar tak terlalu larut dalam penderitaan, mereka mencoba dengan berbagai cara agar aku bangkit dari rasa kehilangan.
All Rights Reserved
#811
novel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Bawa Aku Pulang
  • untuk dhea, dilembar terakhir
  • Blue Trapped In BL Novel
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Just A Dream [Completed]
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL]

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines