i'll find you

i'll find you

  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, May 19, 2018
nama gue Darevika Septiyunaria panggilan gue oca tergolong manusia bumi yang mudah ditebak. punya permasalahan serius di bagian hati dan otaknya dimana keduanya saling bergerak dengan arah yang selalu bertolak belakang. "saya tau, dulu cuman di manfaatin sama kamu" ucap raka yang masih duduk disamping gue dengan tetap melihat kedepan. "Hmmm ?? " sangat tidak mengerti isi kepalanya. lalu kenapa raka enggak marah dan kenapa dia malah bertahan? kenapa perasaan gue jadi se kacau ini? Andai dulu gue bisa lebih berani mungkin ceritanya enggak akan serumit ini bukan ? andai dulu gue bisa lebih jujur , gue enggak akan jadi manusia jahat kayak sekarang! ini hanya catatan yang sengaja gue buat. Ya.. Agar raka tau apa yang belum sempet gue sampein 3 tahun lalu. Dan suatu saat kalo gue lupa gue bisa baca ini lagi dan mengingat betapa bodoh dan jahatnya perjalana cinta gue buat menemukan apa yang gue cari selama ini. oiya mungkin sampai sekarang gue juga belum selesai mencari.
All Rights Reserved
#2
setengahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • Rendra & Lila [END]
  • Pretty Careless
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • ngger adalah vandyku
  •             Between Me You And Her
  • Dear Future (new version)
  • Menyimpan Rasa (END)

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines