WISH
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 8, 2018
Altamira adalah seorang siswi di sebuah sekolah elit di suatu kota. Hidupnya bisa dikatakan sudah sangat sempurna. Ia kaya dan baik hati. Ia juga cantik kata orang, namun ia tak menyadarinya. Bukankah hidupnya sangat sempurna? Akan tetapi ada satu kekurangannya, yaitu ia tidak percaya diri untuk mendekatkan dirinya pada orang yang ia sukai. Padahal ia sudah menyukai orang itu mulai ia sekolah di sekolah itu hingga saat ini sudah tahun kedua ia bersekolah di sekolah itu. Altamira tak pernah absen untuk menonton Adit bermain basket. Entah itu latihan atau pertandingan. Namun tetap saja Altamira tak pernah berani untuk menyapa Adit. Apakah keinginan Altamira akan terwujud setelah sekian lama menunggu? Apakah Adit juga menyukainya?
All Rights Reserved
#299
wish
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magical Life (End)
  • aleta : ini duniaku?
  • DANADYAKSA
  •   Dia nadine
  • COLD RUNNER (COMPLETE)
  • GASA [end]
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • ~Lovely Day~[proses]
  • Jejak Perasaan di Ujung Kenyataan
  • Resonansi

--TAMAT-- --Next: Season 2-- Valeria Altezza, seorang siswi baru di Junior High School yang memegang sebuah rahasia. Dia secara tidak sengaja bertemu dengan orang yang juga memiliki rahasia seperti dirinya. Bukan hanya satu orang, tapi enam orang! Hidupnya tiba-tiba saja berubah, mulai dari kedatangan peri kecil yang mengaku sebagai partner dari salah seorang temannya, hingga datangnya seekor kucing yang bisa berbicara yang berkata akan membawa mereka ke dunia entah berantah. Tapi kemudian, sesuatu terjadi di luar kendali mereka secara mendadak. Sesuatu yang bahkan tidak terpikirkan akan terjadi dan parahnya lagi, mereka akan kehilangan ingatan soal hal itu! Bagaimanakah cerita perjalanan mereka? *** "Setelah mendengarnya, kenapa aku merasa kita dibebani tugas yang sangat berat, ya?" "Memang, bukan sepertinya lagi, tapi kita memang diberi tugas itu." "....?!!" -kehilangan kata-kata-

More details
WpActionLinkContent Guidelines