29 parts Ongoing "TOLONG! SIAPAPUN! TOLONGIN, GUE! GUE MOHON!" Teriak gadis itu, tidak ada yang mendengar suara gadis itu.
Gadis itu tersesat di hutan yang lebat. Hanya ada pohon besar di sekitar gadis itu. Ketakutan menyelimuti gadis itu, bahkan gadis itu tidak bisa berpikir dengan jernih. Suara serak dan lehernya perlahan sakit seolah-olah lehernya tengah di jerat oleh kawat berduri.
"FAREN! DILA! KALIAN DI MANA?!"
"SUDAH GUE BILANG, JAGAIN AGELA, JAGAIN, LO MALAH KEMANA?!" Tanya Fadila dengan teriakan karena sudah terlampau kesal padanya.
"GUE LAGI BERUSAHA SAMA KAKEK GUE! SABAR! LO KIRA GAMPANG CARI ORANG YANG DI CULIK MAHLUK HALUS?!"
"SUSAH! APALAGI AGELA TERIKAT JANJI DENGAN MAKHLUK HALUS!"
«« »»
Sebuah arwah hantu yang sangat menyeramkan muncul di depan Fadila. "Dia harus mati! Dia mengambil apa yang menjadi milikku!"
"Maksud lo?"
Arwah itu tersenyum menyeringai. "AGELA HARUS MATI! MATI! MATI!"
ayolah, bahkan Alfaren sama sekali tidak berkutik di sana, dia hanya sibuk membaca mantra untuk menemukan Agela yang sepertinya sudah sangat jauh dari dunia manusia.
"ALFAREN ADALAH KEKASIHKU!"
Fadila membolakkan matanya tidak percaya. Apa? Kekasih? "Maksud lo?" Tanya Fadila.
Tiba-tiba saja, arwah seorang gadis yang sangat cantik berdiri di depan Fadila, sangat cantik. Bahkan Fadila tidak dapat memalingkan pandangannya dari gadis itu. "Alfaren ini aku," Ucap gadis itu.
Alfaren berbalik dan menatap arwah itu dengan senyuman yang sangat tulus, tenang, damai, dan hangat. Fadila dapat melihatnya, seolah-olah, Alfaren sangat mencintai gadis itu, cinta yang lebih besar dari pada cintanya pada Agela. Cinta yang tulus yang di paksa untuk diakhiri.
"Aku kangen sayang, kamu sudah terlalu jauh." Perkataan itu keluar dari mulut Alfaren sembari mengelus lembut pipi arwah gadis itu.
"Gak, gak mungkin. GUE BUNUH LO ALFAREN KALAU LO CUMAN MAININ PERASAAN SAHABAT GUE. GUE BUNUH LO SAAT INI JUGA!" Teriak Fadila yang sepertinya tidak ada kebohongan pada setiap perkataannya.