Batas Kehidupan!

Batas Kehidupan!

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 16, 2018
Berto dan Bento diam berdiri, mematung. Bento menatap kakaknya, Berto. Menentukan pilihan untuk setiap kemungkinan yang menjadi konsekuensi atas takdir. Ketakutan hanya salah satu dari variabel penuntun kearah tak pasti dalam semesta waktu tak terbatas. Berto masih menunggu di ujung waktu. Resah menyudutkan Berto dalam kebingungan terdalamnya. detik terus bergulir tak menunggu pergerakan Berto sedangkan takdir mendekat membawa realita dalam kelam darah yang siap mengucur keluar. Bento menggeram menyadarkan Berto. Detik berikutnya mereka berdua menerjang dan melompati dinding pembatas tempat mereka bersembunyi. Mereka bergerak menuju realita tak terprediksi. Merekalah kakak beradik dua dari segelintir orang yang memiliki kemampuan di atas batas normal manusia. Dunia ini memiliki orang-orang dengan kemampuan otak yang meningkat pesat menembus batas kenyataan dan logika. Merekalah yang disebut"Pemain Pikiran" oleh Profesor Sidiq. Pertemuan mereka dengan Profesor Sidiq adalah awal dari permainan. Satu demi satu Pemain Pikiran mulai beraksi. Sendiri atau terorganisir. Mereka berusaha bertahan hidup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartbeats of the ER [END]
  • Oh... My Sucipto
  • Hospital Playlist (✔)
  • FATES OF THE FALLEN
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Love, That One Word✔️
  • SANDI: THE CROSS BREEDING
  • Don't Get Sick | NOMIN

Heartbeats of the ER Di balik hiruk-pikuk rumah sakit, lima dokter spesialis dengan kepribadian dan latar belakang yang berbeda menghadapi kehidupan yang penuh tekanan, tantangan, dan kejutan. Nadia Ervina, dokter obstetri ginekologi yang ceria namun berdedikasi, selalu berusaha menciptakan keajaiban di ruang bersalin. Kirana Larasati, ahli bedah saraf yang tegas tapi penuh empati, berjuang melawan batasan medis untuk menyelamatkan harapan pasiennya. Juna Adiputra, dokter bedah toraks yang perfeksionis, harus menyeimbangkan ambisi dan tekanan dari warisan keluarganya. Arya Wiguna, seorang pediatri yang penuh kasih, menjadi pelindung bagi pasien-pasien kecilnya, sementara Hilman Saputra, dokter bedah umum yang humoris, membawa keceriaan di tengah ketegangan. Dalam dunia di mana detik menentukan hidup dan mati, mereka tidak hanya menghadapi kasus-kasus medis yang kompleks, tetapi juga harus berhadapan dengan pilihan hidup yang sulit, kenangan masa lalu, dan perasaan yang mulai berubah. Persahabatan menjadi tempat berlindung, tetapi juga medan ujian bagi hati yang mulai goyah. Ketika batas antara profesionalisme dan emosi semakin kabur, dapatkah mereka tetap berdiri teguh tanpa kehilangan diri mereka sendiri? Heartbeats of the ER adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta di tengah dunia medis yang tak pernah berhenti berdetak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines