Story cover for Sunset Lover by alohadinda
Sunset Lover
  • WpView
    Reads 1,282
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 1,282
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Dec 20, 2017
Senja tidak hanya hadir namun mengisi ruang hati yang sunyi dan kosong, kau ada saat senja tiba namun hanya sekedar bayangan yang tergambar jelas tanpa bisa digapai.

Aku masih menunggu mu untuk kembali dan membuat cerita baru dalam hidup, cerita yang lebih berwarna dan tak sekedar hitam putih. Kita adalah lembaran yang masih belum terisi sepenuhnya belum menjadi buku tebal untuk bisa kita ceritakan pada mereka. 

Senja tiba saat matahari sudah lelah menyinari bumi. Ketika rembulan dan bintang sudah menanti untuk mengisi serta menerangi malam yang sunyi. Senja hanya akan mengisi sebentar ruang hati mu tapi aku. Akan selalu mengisi ruang hati mu setiap saat tanpa menghilang ataupun pergi begitu saja.
All Rights Reserved
Sign up to add Sunset Lover to your library and receive updates
or
#31billioner
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Satu Senja Terlambat  cover
Rasa Tanpa Kata cover
Keluarga di Ujung Senja cover
Senja dan Kisahnya cover
Nayara [ TERBIT ] cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
Our Emergency Calls  cover
PEMBATAS SENJA cover
Cahaya [COMPLETED] cover
Langit. cover

Satu Senja Terlambat

20 parts Complete

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.