My Satanic Girl

My Satanic Girl

  • WpView
    Reads 4,744
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 18, 2018
[ UPDATE TIDAK MENENTU ] "Semakin lo jahat sama gue, semakin buat gue jatuh cinta sama lo" -Justin . . "Gue udah capek! Stranger brengsek!" ucap Mesara sambil membanting ponselnya. Lalu, dia segera keluar dari rumah. Dia melihat jam tangannya. "Oh jam 8" Justin yang sudah sampai di depan rumah Mesara dengan tujuan hendak bertamu, memalingkan pandangannya ke seorang perempuan yang jaraknya 100m darinya sedang berjalan sendiri. 'Itu Mesara kan?' batinnya. Lalu, dia membuntuti Mesara. Mesara berjalan sendirian di bawah sinar bulan. Dia berjalan menyusuri pinggiran jembatan. Justin memandangnya dari kejauhan, dia bingung apa yang Mesara lakukan malam hari begini. Mesara berhenti memandangi pembatas jembatan. Dia memegang dan memanjati pembatas jembatan itu. "Mesara!" teriak Justin. Namun sudah terlambat, Mesara sudah menjatuhkan dirinya dan terjun ke sungai di bawah jembatan itu. Justin menyesal terlambat menolong Mesara. Kenapa Mesara seperti itu, Apa dia kerasukan? atau dia.. MY SATANIC GIRL ©2017 muddychicks
All Rights Reserved
#161
relationshipgoals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • Diary Bestie (TERBIT)
  • My Mysterious Boyfriend (TERSEDIA DI PLAY STORE)✔
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • Ranselku [Belum Revisi]
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • AXELLE [END]
  • GALANG [SELESAI]
  • GAREIN [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines