Brain Storm

Brain Storm

  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 27, 2018
Kalau boleh tukar hidup siapa yang paling kuingin kan, sudah pasti aku akan menjawab hidupnya Emma Watson. Maksudku dia kan cantik, cerdas, jago acting, kaya, apa lagi sih yang kurang dari dia. Orang yang sempurna kayak dia apa punya masalah ya? Seperti misalnya nangis cuma karena gak lulus-lulus di materi bangun ruang, atau muka kusam kelamaan ketemu matahari? Ah udah lah gak penting. Lagipula hidupku juga bagus kok. Ada ayah dan bunda yang sayang padaku, ada Jira yang selalu ada buat dengerin curhatan ku, ada kartu gold yang siap menemani ku ke mall tiap sabtu. Sayangnya sih otak ku cuma sekecil biji bawang, eh emangnya bawang ada bijinya? Entahlah. Pokoknya intinya aku membutuhkan bantuan dalam hal pelajaran. Dan Brain Storm adalah satu-satunya penopangku. Awalnya sih ku kira begitu. Tapi kenapa masuk kedalam Brain Storm ini membuat hidupku jadi makin ribet? Aku kan cuma mau menaikkan nilai ku yang keburu terjun bebas, bukannya nyari masalah. Uh, untungnya pengajar ku cakep, jadi keputusan ku untuk masuk kedalam Brain storm sepertinya gak salah. Atau justru aku akan menyesalinya?
All Rights Reserved
#50
voteforvote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Lovakarta
  • Mockingbird
  • Petak Umpet (END)
  • Replay of Our Teenage Year
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Idiot SuperStar✌(j.b)
  • Insecure [REVISI]

[ TAMAT ] Rangkaian cinta dan suka di masa-masa SMA mungkin sudah biasa, atau mungkin bisa dikatakan suatu nalurinya para remaja. Aku cinta kamu, kamu cinta aku, lalu kita pacaran dan berakhir dengan 'Putus'. Ya seperti itulah metamorfosanya. Yoga sang laki-laki yang sangat dingin, bisa berubah seketika hanya karena melihat atau bertatap muka dengan perempuan yang sangat ia kagumi sejak kelas 10 SMA. Afifah sang siswi pecicilan, bisa-bisanya belagak manis didepan lelaki yang mampu membuatnya jatuh hati. Tetapi sayang, mereka semua tak mampu untuk mengutarakan perasaan mereka masing-masing, karena latar belakang masalah pribadi yang membatasi mereka. Akankah mereka berhasil jujur dengan perasaannya masing-masing? Akankah mereka berhasil untuk berteduh di satu hati? Atau, akankah mereka berpisah hanya karena masalah yang terlalu berat untuk dijalani? -Lari dari masalah mungkin jalan terbaik- (?) Copyright © 2018 ⚠️⚠️⚠️Attention Pleasee⚠️⚠️⚠️ 1. Aku minta maaf terhadap cara kepenulisanku yang sangat atau masih beratakan. 2. Aku minta maaf terhadap typo-typo yang banyak. Aku seorang penulis biasa yang tak terhindar dari typo. 3. Foto-foto objek bukanlah punyaku. Jadi mohon maaf ya. Kalau kalian tahu itu punya siapa beri tahu aku ya 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines