Philophobia

Philophobia

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2017
Kriteria pasangan sempurna menurut Novi adalah memiliki pekerjaan yang mapan, maksimal lebih tua 10 tahun dari dirinya dan tidak lebih muda dari dirinya, memiliki fisik yang sempurna, memiliki otak yang menyeimbangkan penampilannya, memiliki perilaku dan hati yang baik, dan yang paling utama memiliki tuhan. Novi sadar kriteria nya ini sungguh sangat mustahil terpenuhi semua, pasti hanya beberapa yang akan terpenuhi. Tapi sedikitpun Novi tidak akan mengubahnya. Walaupun tuntutan sang ibu yang selalu memaksanya untuk memili pasangan ataupun teman-teman yang selalu mengolok dirinya karena diumurnya yang sekarang Novi belum pernah memiliki sekedar kekasih. Tak ada yang tahu alasan sebenarnya dari kriteria-kriteria itu. Termasuk Novi sendiri.
All Rights Reserved
#646
relationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • Mantra Karuna [END]
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • Kapan ini berakhir???
  • Married is scary [Sanwoo]
  • TOUCHED (End)
  • Your Destiny is My Choice
  • Losing Us [SELESAI]

"Ga bisa ya kita sama-sama sampai akhir?" "Hahaha! Sayang, aku anak pertama, wibawa dan kebanggaan keluarga. Kamu anak bungsu, kesayangan keluarga. Gimana? Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi?" ===================================== Hubungan itu harus setara. Benar. Entah itu pertemanan, hubungan kerja, apalagi romansa antara dua manusia. Lantas, apakah kesetaraan akan selalu membawa kesempurnaan? Lalu, bagaimana jika yang setara itu adalah trauma yang tidak pernah usai? Egi dan Lili. Mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Sejoli ini memiliki sampul yang sangat sempurna di mata sosial. Pintar, terpelajar, mapan, dan menawan. Namun, mereka terlalu identik. Bahkan kegilaan mereka juga terlalu setara. Bukankah kesetaraan ini justru menakutkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines