Philophobia

Philophobia

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2017
Kriteria pasangan sempurna menurut Novi adalah memiliki pekerjaan yang mapan, maksimal lebih tua 10 tahun dari dirinya dan tidak lebih muda dari dirinya, memiliki fisik yang sempurna, memiliki otak yang menyeimbangkan penampilannya, memiliki perilaku dan hati yang baik, dan yang paling utama memiliki tuhan. Novi sadar kriteria nya ini sungguh sangat mustahil terpenuhi semua, pasti hanya beberapa yang akan terpenuhi. Tapi sedikitpun Novi tidak akan mengubahnya. Walaupun tuntutan sang ibu yang selalu memaksanya untuk memili pasangan ataupun teman-teman yang selalu mengolok dirinya karena diumurnya yang sekarang Novi belum pernah memiliki sekedar kekasih. Tak ada yang tahu alasan sebenarnya dari kriteria-kriteria itu. Termasuk Novi sendiri.
All Rights Reserved
#866
friends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] When the Stars are Tired
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • Your Destiny is My Choice
  • Married is scary [Sanwoo]
  • Informed Consent
  • My Lecturer is My Husband
  • EGALITER: Twinflame Life Lessons

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

More details
WpActionLinkContent Guidelines