Dear Sena, It was You...

Dear Sena, It was You...

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Dear Sena, Sempat ada keinginanku untuk mencarimu, bukan untuk membalaskan dendamku Tapi karena merindumu, percayalah kau tidak pernah membuatku membenci dirimu Jadi saat ini aku sedang bermain takdir denganmu, jika kita memang ditakdirkan untuk bersatu Kemanapun diriku dan dirimu melangkah, kita akan bertemu Terbesit pertanyaan, apakah kamu mau menerimaku jika kita bertemu ? Karena setahuku, kamu sangat membenciku Tapi tenanglah Sena, jika pun kamu menolakku, aku berjanji untuk tetap membuat wajah sendu itu terpaku padaku Kamu harus bersiap - siap untuk menjadi sepenuhnya milikku Yang mengagumi dirimu selalu MW
All Rights Reserved
#252
josei
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Heart & Vein ( DIAM-DIAM DIA SUAMIKU ) END
  • • EUTANASIA •
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • The Kidnapper
  • Forbidden (Letkol Teddy)
  • Janji Senja
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines