Queen Gaje

Queen Gaje

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
cerita ini mengambarkan seorang wanita yang bernama vania.Ia adalah seorang wanita yang sangat menyebalkan karena ia suka membuat seorang menjadi kesal karna ulahnya .satu hal yang harus kalian tau dia adalah sesosok orang yang suka ngelawak tetapi lawakannya sungguh garing dan tidak jelas .Dalam kesehariannya dikelas ia mempunyai tingkah laku sangat petakilan dan sifatnya yang sungguh emosional .Tak jarang temannnya sering mengaggapnya gila, sebenarnya dia adalah sesosok orang yang sangat mengasikan karna tingkah laku konyol yang ia miliki.Tak heran para guru pun terkadang menyukai lawakan garingnya dan tingkah konyolnya tersebut .Karna tingkahnya ia menemukan teman yang juga sama tingkahnya seperti dia.Nama panggilan konyol untuk teman terdekatnya adalah ANJANI,DISA dan ERPANI .
All Rights Reserved
#9
tingkah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Zean kesayangan Cici dan kakak
  • Diantara Luka
  • VAVIN /VARO AND VINA
  • Mrs. Bidadari & Mr. Cool
  • CRAZY GIRL (END)
  • Strong Girl
  • I am stuck √
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines