KEKI
  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Keki. K-e-k-i. 1 kata yang entah berapa kali sudah aku ucapkan selama 2 hari ini. Total, sudah 3 hari aku resmi menjadi seorang isteri. Tepatnya, sudah 3 hari resmi terpaksa menjadi seorang isteri. Kalian tentu bisa menebak pernikahan seperti apa yang aku jalani. Pernikahan ini jelas tidak atas kemauanku. Dan mungkin juga, bukan kemauan dia. Namun, kami menikah bukan karena salah satu dari kami menggantikan orang lain, bukan karena utang-piutang, bukan karena balas budi, bukan juga karena ketangkep hansip di lingkungan yang memang punya peraturan tentang jam keluar malam. Kami berdua menikah pure karena kemauan orangtua kami. Tepatnya kemauan Almarhum Ayahku dan Ayah mertuaku. Ayah dan Ayah mertua memang berkawan sejak lama; sejak SMP. Hubungan antara keduanya benar-benar seperti saudara kandung. Saking dekatnya, mereka berdua sampai memutuskan untuk menjadi besan bila usiaku sudah menginjak 17 tahun. Sayangnya bulan kemarin usiaku genap 17 tahun dan diawal bulan ini, aku dan anak laki-laki teman Ayah benar-benar disatukan dalam ikatan pernikahan.
All Rights Reserved
#467
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Turun Ranjang
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • philopobhia
  • My Cool Husband
  • Be My Husband [END]
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • Marrying My Best Friend
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • ALZA (Aldi ♡ Eza) || END ✓
  • Wedding Sweet Seventeen [Terbit]

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines