Treat You Better

Treat You Better

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2017
Ketika seseorang sulit untuk menunjukkan perasaan nya pada teman nya sendiri, bahkan surat pun tak bisa mengutarakan itu. Kenapa sulit sekali, apa aku tak pantas bahagia? Kau adalah bulan yang selalu menanti datangnya malam, dan aku hanyalah bintang yang datang diantara kau dan malam. Rayyan Hansel Bagaswara. Kayra Rainna Arshyakala. Jakarta, Aku, Kamu dan Senja yang mengisi kekosongan pantai. Kamis, 21 Desember 2017 -
All Rights Reserved
#33
rayyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • "Singgah"
  • TNF - KACAU 「 END 」
  • I Need You (Revisi)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Seindah Senja
  •  VEDA:DIA SANG RAJASA
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • RAIN [END]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines