We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DISHA
  • WpView
    Reads 348
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing51m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Ku kira dia seorang laki-laki ramah, laki-laki murah senyum, dan banyak bicara. tapi ternyata itu semua bukan salah satu dari dia. Dia bukan seperti itu, dia seorang yang sangat irit bicara, cuek sekali, mungkin juga dia seorang yang tidak bisa di duga." -Denisha Karina Devanca "Tenang saja aku akan bertahan untuk bisa mendapatkan dia, meski itu sangat mustahil terjadi. Tapi aku tetaplah aku, Denisha yang tidak akan berhenti berjuang sampai bisa mendapatkan hal yang ku inginkan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jun & Hana
  • Melting Pole
  • Assalamualaikum Ustazah, KAHWINI SUAMIKU.
  • SEKETIKA BERUBAH
  • Namanya Nauf
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • My Perfect Husband
  • LOVE,AYSHARA DANIA (Complete✓)
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]

"Hello, ada orang di sana?" Hana membuka suara. Tatapan matanya waspada menyapu seluruh sudut halaman rumah tersebut. Hingga akhirnya, ia merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Reflek, perempuan itu memanfaatkan keahliannya dalam Judo hingga ia bisa menarik lengan tersebut dan dengan satu gerakan ia membanting tubuhnya. Bukk!! Sosok itu menghantam ke tanah. Dan segera terdengar erangan. Seorang pria tergeletak, meringis kesakitan. Kedua mata Hana mengerjap. Tatapan mereka terkunci sesaat. "Astaga, siapa kau? Kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi seperti pencuri?" Lelaki itu mengomel. Hana membelalak, otaknya yang cerdas segera menyadari bahwa akan ada kesalah pahaman di sini. "Oh, maaf. Aku kira ... kau...," ia beranjak mendekati pria tersebut dan berusaha membantunya berdiri. Namun pria itu menolak dan menepis tangannya dengan kasar, lalu bangkit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines