5W for You

5W for You

  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 28, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Siapakah kamu? Kenapa kamu selalu kaku dipikiranku? Kata demi kata persis diucapkan Shailen Zabila disetiap ia merasakan pelukan hujan. Masa lalu adalah hal yang paling dijauhi Shailen untuk dikenang teruntuk lagi mengenang Zafran. Tak mudah menyembuhkan hati Shailen membuat Fahri tak mengenal kata lelah. Ekpetasi indah berubah menjadi situasi kelam gila yang menjatuhkan Shailen.Hari demi hari dilalui Shailen membawa luka yang berselimut dibalik manis senyumnya. Akankah Shailen bertahan di posisi kemunafikan diri?
Todos los derechos reservados
#6
muridsekolah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ketika Waktu Bersamamu
  • Fahri dan Ifana
  • Alshana
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Cinta tak terduga dibalik tabligh
  • Memories in Moon
  • LINE OF DESTINY
  • Puing luka
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido