We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
sabda cinta (Revisi Part)

sabda cinta (Revisi Part)

  • WpView
    Reads 2,956
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
(TAHAP REVISI PART) Kadang aku ingin kisah ku seperti ketika aku membaca novel, membaca puisi, sampai seperti melihat drama. Kisahnya indah dan mungkin teramat indah menurutku. Tapi nyatanya kenyataan lebih pahit dari sekedar membaca dan menonton itu semua. Aku memiliki kisah cinta yang rumit yang tak akan semua orang mengerti apa yang aku rasakan selama ini. Kadang aku sampai berbuat hal-hal yang membuatku menjadi pendosa besar. Ingin aku menolak, tapi mengapa semua silih berganti menghampiriku. Aku bahkan sampai putus harapan, dan ingin mengakhiri hidupku ini. Kadang aku ingin menjadi seperti yang lain. Yang bisa memilih apa yang mereka inginkan tapi nyata tidak, aku tidak bisa. Kalau pun memang iya itu hanya khayalan semata. Apa mungkin bisa seperti itu? Apa mungkin aku bisa bahagia walau sesaat? Hahaha dunia lucu sekali, banyak drama yang aku tak tau seperti apa kelanjutanya. Skenario allah dan dunia itu berbeda. Skenario dunia mungkin bisa kita tebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Sedangkan skenario allah itu hanya rahasia illahi yang tidak ada siapa pun yang tahu. Astagfirullah, aku seperti orang munafik yang hidup dalam dusta dan kemungkaran. Tapi, aku tidak mau seperti itu. Tidak aku tidak mau, aku harus berubah. Berubah demi yang jadi terbaik. **** Assalamualaikum, kawan aku mau sedikit kasih info. Kalo beberapa part mungkin semua mau aku revisi ulang. Aku mau semua pembaca ku puas akan karya-karya ku aku. Jadi mungkin aku gak bisa nge-next part baru karena mau aku revisi ulang ok makasih atas votenya yang udh kalian kasih buat cerita ini semoga terhibur dengan karya karya aku. Selamat membaca semua. Salam manis&sayang Dari penulis amatir. @fififebri_28
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • A Journey with You
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Your Maps (END)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • kiara's dream
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines