My Life
  • WpView
    Reads 95,257
  • WpVote
    Votes 3,570
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
Bagiku, masa lalu adalah hal yang paling menakutkan. Masa lalu selalu membawaku untuk mengingat semua kenangan menyakitkan dan setiap kejadiannya. Ini kisahku. Hanya kisah sederhana tentang masa putih abu abuku. Kisah tentang perjalanan hidupku. Aku, Hanyalah gadis yang didiagnosa memiliki penyakit parah yang bisa merenggut nyawaku Aku, Hanyalah gadis yang bergantung pada masa lalu -Davinda- Davinda Adriella Thompson, remaja berumur 16 tahun, memiliki 4 kakak laki laki. Semua keluarganya sangat menyayanginya. Kehidupannya dipenuhi harta. Bahkan dia sangat dimanja karena hanya dia cucu perempuan satu satunya di keluarga besar mereka. Tapi, orangtuanya terlalu sibuk bekerja hingga tak tau bahwa ia mengidap penyakit parah. Ia terus berjuang demi hidupnya. Entah hingga kapan. Selamat membaca! Maaf kalau jelek. Masih amatiran soalnya 😉 jangan lupa vote n comment ya! 😇😆
All Rights Reserved
#120
fakenerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • DIFFERENCE OF TWINS
  • Filosofi Kaktus [Selesai]
  • 30 Hari Menuju Kematian [✓]
  • Geanita
  • Athalaqila [ SLOW UPDATE ]
  • Hello, Hazelnut! [END]
  • Vandra & Ettan
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • I'm broken [BHS#1]✓

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines