Obsidian
  • WpView
    Reads 347
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 4, 2018
Irma. Suka melukis, suka menggambar, tidak bisa bernyanyi. Kulitnya gelap dan rambutnya keriting hitam seperti Obsidian. Fikar dan Irene. Keduanya putih, pintar, baik dan ramah. Semuanya berjalan baik-baik saja. Benar-benar baik. Seiring berjalannya waktu, datangnya seseorang akan mengubah segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teacher Pet's : Brothership
  • Badboy Falling In Love
  • Sinonim [Completed]√
  • AMIRA [hiatus]
  • Whispers in the Blood
  • AMANDA
  • ★BABY ZION★
  • Maafkan Aku Yang Masih Pacaran [SUDAH TERBIT]
  • BOYFRIEND

Sedari kecil, Eino sudah membayangkan betapa menyenangkannya menjadi seorang guru. "Ei ingin menjadi apa saat besar nanti?" Jika ada yang bertanya seperti itu, pasti Eino akan mengepalkan tangan kanannya keatas dan berkata dengan ceria. "Ei ingin menjadi guru! Agar bisa selalu diberi hadiah saat hari guru! Dan dikasih suprise saat ulang tahun!" Eino berimajinasi, betapa lucunya murid-murid yang akan menempeli dia nanti. Tetapi... "Sifat mereka lucu sih... Suka nempel ke gue juga... Tapi kenapa mukanya kayak mafia di film-film:(" (Warning!!! Banyak adegan yang bisa menumbuhkan ketidaknyamanan, harap dibaca dengan hati-hati tetapi tidak dimasukan ke hati, karena ini murni hanya cerita FIKSI. Terimakasih atas perhatian dan kunjungan kamu.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines