125 Days to Remember You

125 Days to Remember You

  • WpView
    Reads 109
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
20 oktober 2017 Seperti biasa, aku bangun dengan mengharapkan keajaiban datang. Keajaiban dimana aku bisa mengingat semua kenanganku dengan pacarku. Tetapi itu semua sia-sia. Aku bangun dengan ingatan kosong. Seakan kalau aku baru saja memulai hidupku. Pacarku, Seseorang yang selalu saja menceritakan masa lalu seakan-akan masa lalu itu sangat berarti baginya. Seseorang yang selalu yakin bahwa ingatanku akan kembali. Aku mendengus pelan. Selama 125 Hari, ia meyakinkanku. Selama 125 Hari, ia selalu mencintaiku apa adanya. Selama 125 Hari pula, akupun menyia-nyiakan dia. ©Selenecentauri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • AURORA [END]
  • As Time Allows
  • AMERTA : The Last Embrace
  • My Past
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Cahaya [COMPLETED]
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • The First, Not the Last
  • [END] Blind Rainbow

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines