Malvin's Heart

Malvin's Heart

  • WpView
    Lecturas 345
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida mar, abr 30, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
"Vel, lo ga cape apa nungguin dia yang peka nya entah ke berapa abad lagi?" "Gue gatau Nes, kapan ya dia bisa peka dan sadar kalau gue sayang banget sama dia." Kata Gravella sembari memikirkan ucapan Nesha sahabatnya. Entah apa yang harus Vella lakukan agar pria yang selama ini ditunggunya menyadari bahwa ia sangat mencintai pria itu. Ia ingin menjadi lebih dekat dengan pria itu walau hanya sebatas teman saja. Ia tak ingin hanya sekedar bertetangga saja namun harapannya adalah lebih dari itu. Bagaimana tidak? Gadis itu sudah menunggu pria itu sudah hampir 5 tahun lamanya. Namun, pria itu tak pernah menggubris sikap yang di tunjukkan oleh sang gadis. Karena memang watak pria ini yang begitu cuek dan terkesan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Lalu, bagaimana caranya agar Vella bisa mendapatkan cinta dari pria yang ditunggunya?
Todos los derechos reservados
#199
kisahcintaremaja
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Keano
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Back For Me (Completed)
  • Because I'm Stupid (End)
  • TWINZY
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • You Are The One
  • AlfaNada
  • No Longer Mate
Keano

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido