Malvin's Heart

Malvin's Heart

  • WpView
    Reads 344
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 30, 2019
"Vel, lo ga cape apa nungguin dia yang peka nya entah ke berapa abad lagi?" "Gue gatau Nes, kapan ya dia bisa peka dan sadar kalau gue sayang banget sama dia." Kata Gravella sembari memikirkan ucapan Nesha sahabatnya. Entah apa yang harus Vella lakukan agar pria yang selama ini ditunggunya menyadari bahwa ia sangat mencintai pria itu. Ia ingin menjadi lebih dekat dengan pria itu walau hanya sebatas teman saja. Ia tak ingin hanya sekedar bertetangga saja namun harapannya adalah lebih dari itu. Bagaimana tidak? Gadis itu sudah menunggu pria itu sudah hampir 5 tahun lamanya. Namun, pria itu tak pernah menggubris sikap yang di tunjukkan oleh sang gadis. Karena memang watak pria ini yang begitu cuek dan terkesan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Lalu, bagaimana caranya agar Vella bisa mendapatkan cinta dari pria yang ditunggunya?
All Rights Reserved
#559
kisahcintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kapal Kertas
  • SKATEHEART
  • Arsyilazka
  • You Are The One
  • No Longer Mate
  • Keano
  • Because I'm Stupid (End)
  • TWINZY
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]

"Hai," sapa seorang pemuda dengan baju osis yang masih bertengger di tubuhnya. Sungguh, itu suara lelaki terlembut yang pernah Viola dengar. Viola akhirnya mendongak sekilas, melihat siapa yang menyapa dirinya, tanpa memiliki niat untuk menjawab sedikit pun. "Mau ikut aku?" Suara indah itu pun kembali mengalun. "No," sahutnya singkat. Demi apa pun Viola tidak berniat untuk meladeni lelaki yang bahkan dirinya saja tidak tau dia siapa. "Aku belum kunci jawabannya. Kalau kamu berubah pikiran, aku ada di halte depan." Berawal dari pertemuan tersebut, membawa Viola menemukan tempat yang membuat suasana hatinya sedikit membaik. Tempat untuk melarikan diri dari semua drama hidupnya. Tetapi semenjak pertemuan tersebut, mereka tidak pernah bertemu kembali. Namun pada akhirnya semesta kembali mempertemukan mereka. Mempertemukan kepada seseorang yang pertama kali membuatkan ia kapal kertas. Seiring berjalannya waktu, kedekatan antar dua insan itu pun mulai terjalin. Dan tempat itu, masih menjadi favorit Viola, atau sekarang bisa di bilang tempat favorit mereka. Yang biasa mereka sebut sebagai tempat rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines