Untuk Given

Untuk Given

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 23, 2017
Teruntuk Given. Mungkin untuk berbicara langsung padamu aku tak mampu, bahkan aku tak punya hak. Siapa aku ini dihidupmu? Hanya seorang gadis yang terobsesi dengan khayalan fiktif yang tidak akan menjadi nyata. Gadis yang memiliki harapan tinggi dapat menjadi seseorang yang menduduki posisi dihatimu. Gadis yang bisu jika ditanya perasaannya pada Given. Ya, Aku hanya seorang gadis biasa, teman biasa bagi seorang Given. Hanya teman sekelas dari awal masuk SMA yang berangan angan memiliki hati Given. Aku diam. Tidak banyak yang bisa ku katakan didepan Given. Namun diotak dan hatiku, entah berapa ratus kata dalam permenitnya berbicara tentang Given. Dan, Hanya dengan menulislah aku bisa mencurahkannya. Andai Given tau, semua yang aku tulis ini sungguh nyata dengan apa yang ku rasakan. Given, I've big heart for u. -Vega-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 180° [END]
  • My Friend and My Bestfriend
  • No Longer Mate
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • KOMAR.
  • GIFA

🌼 Follow akunku sebelum membaca! 🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL! 🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir. 🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata. Blurb : Apa jadinya jika gadis cantik dengan predikat kaya raya, arogan, penuh kekuasaan dan kerap menindas orang lain mendadak berubah dan justru berbalik 180°? Bagaimana dengan lelaki jenius dengan penampilan cupu, bertubuh gemuk, kacamata yang bertengger di hidung dengan tambahan tompel besar di dahinya mendadak berubah 180° menjadi lelaki tampan dengan karisma yang kuat? "Jodohin Aga sama dia, Pa." -------------- "Sahara nggak mau di jodohin, Pa." -------------- "Ya, lo harus mikirin dari sekarang, lah. Pokoknya, nikah sama gue harus bisa kasih gue dua pasang anak kembar! Kalau enggak, gue poligami. Mau?" -------------- "Jadi milik gue, setelah itu menderitalah selamanya dan jangan berharap untuk bahagia!" -------------- "Lepasin, aku! Biarkan aku menerima karma tanpa harus kamu yang bertubi-tubi menghujani luka."

More details
WpActionLinkContent Guidelines