Secawan Serindu

Secawan Serindu

  • WpView
    Reads 1,109
  • WpVote
    Votes 140
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ada hal yang terlampau sulit untuk dijelaskan tetapi memberontak untuk disegerakan. Rinduku. Belenggu duniawi seakan mengekang diriku untuk selalu mengenangmu. Apakah kau merasakan hal yang sama? Sebuah pertanyaan yang selalu melanglang buana di benakku. Sebagaimana pertanda yang selalu berkontinuisi dengan takdir. Duhai, bukankah diriku selalu hadir di sebagian banyak hidupmu? Lantas kemana saja rindumu dalam jangka kisah yang telah kita ukir bersama disaat aku benar-benar merindu? "Atau aku tak usah merindu saja?" Nyatanya, masih menang telak dua pernyataan ini, bahwasannya: Jangan pernah sia-siakan cinta yang ada, atau jangan pernah sekalipun memberi harapan atas nama 'cinta'. Ini tentangmu. Aku harap kau membaca. Tentu kau bukan manusia pengidap disleksia. © Dipublikasikan mulai 23 Desember 2017.
All Rights Reserved
#126
merindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hari Si Penulis Bait✔
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Puisi: Aksara Bercerita
  • DENTING  [Revisi]
  • Narasi patah hati
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • (END) HAL-HAL MANIS YANG TAK PERLU KITA ULANGI
  • [3] My Wife Stella
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • SADRAH ✔️ (Part Lengkap)

Menceritakan Tentang Seorang Gadis Bernama Ningrum, mahasiswi tingkat akhir berusia sekitar 20 tahun fakultas kedokteran di sebuah universitas terkenal dan favorite di sebuah kota. Setiap hari dia menulis dan terus menulis. waktu nya dia habiskan untuk mengarang, menumpahkan sejuta risau yang ada dalam benak nya, menurut dia "Selain Do'a, hanya kata kata ku dapat melegakan Segala keluh kesah ku,". Hari ku selalu menyedihkan bahkan menyesakan, Namun setelah hadir nya seseorang itu, membuat pasti hari ku, ada alasan ku untuk bahagia dan ada lagi alasan ku untuk harus tetap berjuang. Menjalani hari hari yang semula kelam menjadi hari hari yang sangat berwarna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines