We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Haunted Past

The Haunted Past

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 18, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Lagu pengantar tidur ciptaan entah siapa itu sudah menghiasi malamku sejak lahir -juga ibuku, nenekku, nenek buyutku, dan seterusnya. Sebab kami adalah keluarga spesial. Atau setidaknya, sampai garis darah nenekku. Entah beruntung atau sial, Ibu, aku, dan adikku Willan tidak kecipratan darah cenayang yang -menurut Nenek- keren banget itu. Mungkin dulu aku bakalan menganggap diriku beruntung banget tidak punya kesempatan berkomunikasi dengan arwah-arwah yang -meski baik banget sudah menjagaku dan keluargaku dari segala macam kesialan- pastinya punya wajah jelek atau hancur. Tapi sekarang keadaannya berbeda. Keluarga kami dalam masalah, dan sepertinya arwah-arwah jelek sedikit-banyak mampu menolong. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumahku yang sudah berusia -mungkin- seratus tahun?
All Rights Reserved
#7
heritage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Paper Hearts
  • Find Happiness || END
  • NO TO RUN!
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • GRIZLEN {On Going}
  • Keluarga Gasendra || S2
  • Syerli And The Wounds That Never End

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines