KHAFA
  • WpView
    LECTURAS 263
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 16, 2019
Ada kalanya cahaya yang gemar kau tatap akan hilang karena, awan mendung datang untuk merintikkan hujan. Kamu itu indah dan penuh warna, kenapa hujan bukan pelangi? -Aniera Hujan tak kalah indah dari pelangi setiap rintiknya mampu membersihkan bumi yang terlalu banyak polusi ironi drama dunia, dia selalu setia walau telah jatuh berkali-kali, dia tak bisa berbohong dengan apa yang ingin disimpannya, beningnya memberi kedamaian dan ketenangan bagi siapa saja yang menikmatinya maknanya, hujan tak selamanya tentang sendu. Hujan itu indah, bila kau tau benar semua tentangnya. Aku terlihat penuh warna? Sebenarnya warna-warna itu adalah milikmu, warnamu yang begitu nampak terpantul padaku secara tak sengaja. Hujan tak berwarna seperti pelangi, aku hujan memerlukan pelangi. Niera maukah kamu jadi pelangiku? Untuk selalu memberikan pantulan warna-warna itu keduniaku. -Khafa Copyright © 2018 by gdblackpearl
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rain Sound
  • SARAY(U) [Completed]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • RAIN
  • Rainy Day
  • RAIN
  • Temporary |End|
  • Pluviophile
  • Hujan di Hari itu

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido