Kita Bersaudara

Kita Bersaudara

  • WpView
    Reads 430
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 11, 2018
Meninggalkan orang tua jauh dari kampung halaman adalah tantangan tersendiri bagi seorang Tiara. " ini adalah takdir. Dan takdirlah yang bisa membuat ku ke tempat ini sekarang. Dan aku bersyukur bisa mendapatkan pengalaman yang lebih banyak lagi dari orang orang sekitarku"-Mutiara Pramugya Mengisahkan tentang hubungan kekeluargaan. Tentang bagaimana kita bersikap menjadi saudara yang baik. Yang tidak mementingkan diri sendiri. Melainkan mengutamakan kebersamaan. "Jika salah satu diantara kita ada yang belum bisa. Maka yang lain harus ikhlas mengajari. Jangan di cemooh. Tutupi kekurangan yang lain dengan kelebihan yang lainnya miliki."-Rio Agus. "Kita itu bagaikan tubuh. Kalau ada salah satu bagian tubuh kita yang sakit. Maka yang lain akan ikut merasakan."-Rika Novita. "Kebahagian sebenarnya adalah berasal dari orang sekitar. Tidak hanya tentang materi. Melainkan membuat semuanya terasa dengan adanya kasih sayang orang di sekeliling kita."-Rifky Febrian.
All Rights Reserved
#312
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Tuhan Cinta Kita
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Kamu Milikku
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Behind the Silence
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Stranger | Orine
  • My Husband VS My Boyfriend (On Going)

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines