I'm President

I'm President

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 10, 2018
Di hari hujan, aku tak akan pernah melupakan apa yang telah direkam oleh mata ini. Yang kemudian menyulut amarah dalam hati. Semenjak hari itu, aku telah mempertaruhkan segala yang aku punya. Mengenyahkan segala rasa yang berpotensi menghancurkan rencana ku. 7 tahun sudah...... Semua berjalan sesuai rencana. Satu demi satu target telah aku capai. Kurang satu langkah lagi, sebagai puncak dari usahaku. Oh bukan, tapi awal dari kehancurannya. Hingga sebuah jamuan hangat di sore hari mempertemukan aku, kau lalu menjadi kita. 7 tahun aku bertahan dengan segala kepahitan 7 tahun aku berteman dengan segala kesakitan Lantas, kenapa baru sekarang kau menyuguhkan aku kekuatan. Menyadarkan aku dengan perlakuan mu bahwa aku ini hanyalah gadis lemah yang butuh sandaran. Kenapa? Kenapa? Aku tidak ingin gagal, aku tidak ingin kembali mengulang sakit nya di hari hujan. Segala pengorbanan ku tidak boleh jadi sia-sia. Jika memang aku harus melepasmu, maka aku akan lepaskan. Satu pengorbanan lagi untuk kehancurannya. Tapi, apakah aku sanggup berdiri setelah kehilangan mu dan melihat kehancurannya
All Rights Reserved
#172
pengacara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Kita (END)
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • After The Rain
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Memories in Moon
  • N O R A [on going]
  • MY UNIVERSE - RORASA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • flashback~
  • Mahligai Sunyi

Empat tahun berlalu, kutelan luka seorang diri. Namun takdir justru menghadirkanmu kembali di hadapanku-membongkar rapuh yang berusaha kututupi, meruntuhkan segala usahaku melupakanmu. Bersamamu, harapan yang sempat mati kembali berdenyut. Tapi di sisiku, ada seorang pria yang dengan sabar menawarkan kesetiaan, janji, dan bukti... bahwa cinta tak selalu harus melukai. Aku terjebak di antara keinginan dan kenyataan. Antara lelaki yang kuinginkan dan lelaki yang dipilihkan keluargaku. Setiap langkah yang kuambil hanya menambah dalam luka lama, hingga aku mulai bertanya-tanya: mengapa cinta harus serumit ini? Ardan, mengapa untuk memilikimu terasa mustahil?

More details
WpActionLinkContent Guidelines