We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Waiting you for love me

Waiting you for love me

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Lelah menunggu dan berharap akan cinta yang tidak pasti kunjung datang. Hampir dua tahun ia lebih berharap, menunggu, dan mencoba namun hingga kini cintanya masih tidak terbalaskan. Itulah yang dirasakan Shila Steffany Amorta, gadis blasteran German-Indonesia. Hingga kini ia masih belum bisa sepenuhnya melupakan kakak kelas yang dicintainya itu selama bertahun-tahun. Namun ketika sosok lelaki misterius yang tiba-tiba muncul dikehidupannya, segalanya berubah terasa lebih indah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Senja Terlambat
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • RESPECT
  • Love My Enemy
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Untill Forever
  • Amor Almira

Di tengah rutinitas kantor yang membosankan, pertemuan tak terduga terjadi antara dua orang yang dulu hanya saling kenal sebatas nama-teman dari teman, tanpa jejak kenangan berarti. Tapi waktu mempermainkan takdir. Mereka kembali dipertemukan, kali ini dalam ruang yang lebih sempit: satu kantor, satu tim, satu dunia kecil yang membuat jarak di masa lalu perlahan menghilang. Seiring hari berganti, obrolan ringan berubah menjadi kebiasaan, tawa jadi penenang, dan diam jadi pengertian. Tanpa sadar, sang lelaki jatuh cinta. Namun hatinya tertahan-bukan karena kurang keberanian, tapi karena realita: perempuan itu telah memiliki seseorang yang menunggunya di altar. Ia mencintainya dalam diam, mendampinginya dalam bayang. Ia hadir dalam setiap senja, berharap waktu bisa mundur, atau setidaknya berhenti sejenak. Tapi hidup tak menunggu, dan pernikahan tetap berjalan. Di satu senja, ia sadar-ia datang terlalu terlambat. Cinta itu bukan miliknya. Dan yang tersisa hanyalah kenangan dari apa yang mungkin bisa jadi, tapi tak pernah benar-benar terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines